badge

Wednesday, 1 January 2014

TIDUR

Aku pernah mendengar, jika seseorang tidur terlalu lama maka dia semakin mendekati akhir hidupnya. Sejak itulah aku tidak ingin berlama-lama dalam tidurku. Ku putuskan untuk melakukan apa saja agar aku tetap terjaga. Kata mereka, mungkin itulah yang menyebabkan aku tetap sendiri. Hahaha, bagaimana bisa kataku. Aku hanya tidak bisa tidur, belaku. Ya, itulah yang selalu aku katakan, tapi mereka selalu mengelak dan memberikan argumen yang macam-macam. Ah, aku sudah malas mendengarnya.
Di malam kali ini, aku memulai rutinitas malamku. Aku menulis hingga mataku bengkak, kemudian aku menari. Menciptakan gaya-gaya yang hanya bisa ku nikmati sendiri. Ya, hanya aku. Aku yang menampilkannya di depan kaca, aku yang menontonnya dari sana, aku juga yang menertawakannya. Setelahnya, aku memutar lagu. Seperti saat ini. Lagu tentang seorang wanita, yang merasa jelek dan tidak ada yang mencintainya, sehingga dia ingin terlihat cantik dan lebih cantik. Ah, bukankah itu aku ? Beruntunglah letak cerminku jauh dari jangkauanku. Tapi aku menikmatinya. Ku anggukkan kepalaku berkali-kali, mengikuti iramanya dan menyanyikan liriknya tanpa suara. Aku sadar, suaraku juga tidak bagus. Lalu, aku menulis lagi. Tentang apapun, agar aku tetap terjaga, setidaknya hingga pukul dua pagi nanti.
Ku rasakan handphone ku bergetar. Dari Ibu ternyata. Aku khawatir, akhir-akhir ini Ibu selalu menghubungiku. Menanyakan apa yang sedang ku lakukan, apakah aku sudah tidur, bagaimana sekolahku dan lainnya. Ternyata, perhatian itu menyenangkan tapi aku belum terbiasa. Mungkin aku harus belajar banyak lagi. Kata Ibu, tidurlah. Ya nanti, jawabku. Jangan terlalu malam, biarkan matamu beristirahat, tidur itu tidak buruk, kau akan menemukan apa yang tidak kau lihat saat matamu terbuka, katanya. Mungkinkah ? Gumamku.
Tidak masuk akal. Melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat saat mata terbuka menurutku mustahil. 20 tahun aku hidup dan aku tidak melihat hal yang istimewa dalam mata terbuka atau terpejam. Aku meletakkan handphoneku lagi. Ku biarkan pesan dari Ibu, dan melanjutkan menulis. Target hari ini harus tercapai. Ide di kepalaku tidak mungkin dibiarkan teronggok begitu saja. Hingga pada baris terakhir, aku tidak tahu apa yang harus ku tulis. Ku paksakan untuk menulis beberapa kalimat tapi tidak ada yang cocok, ku ulangi lagi tapi hasilnya sama dan tidak menarik. Tapi aku tidak mungkin membiarkan tulisanku berakhir tanpa kepastian. Ini sama saja membunuhku. Mungkinkah, Ibu berdoa pada Tuhan agar aku dibuat seperti ini kemudian tidur ? Ku lirik jam dindingku yang baru menunjukkan pukul setengah satu pagi. Tidak mungkin aku segera tidur ! Aku memutar otak, bangkit dari tempat dudukku, berjalan-jalan sedikit, lalu minum air putih kemudian melanjutkan tulisanku lagi. Tadi sepertinya aku mendapatkan ilham. Ku tuliskan beberapa kalimat dan.....................gagal kembali ! Astaga !! Tuhan, biarkan aku menyelesaikan ini. Hanya ini, setelah ini aku akan tidur. Ya, aku berjanji.
Klik !
Sepertinya doa Ibulah yang menang. Listrik padam dan laptopku mati seketika. Sempurna !! Mungkin Ibu akan menertawaiku jika aku menceritakan ini. Aku mengusap wajahku yang berminyak. Baiklah, aku akan tidur. Tuhanku, aku akan tidur seperti permintaan Ibu !
Aku memejamkan mataku, tapi aku membukanya lagi. Sekali, dua kali, tiga kali, empat kali, hingga sepuluh kali ku coba dan sepertinya aku berhasil. Ya, akhirnya aku tertidur pulas. Tidak lama, ya aku yakini mungkin hanya lima belas menit, aku terbangun lagi. Ku lihat listriknya sudah menyala. Tapi bukan itu yang membuatku senang. Aku menyandarkan punggungku di dinding. Terasa dingin tapi hanya pada punggungku. Bukankah tadi aku melihat seseorang ? Aku yakini itu. Aku masih ingat rutinitasku hari ini, per detiknya. Tapi tidak satupun dari mereka yang mempertemukan aku dengan pria itu. Lagipula jarak kita kan jauh. Aku merasakan sesuatu yang aneh, tepatnya disini, di jantungku. Ku rasakan jantung itu berdebar cepat. Astaga ! Bagaimana ini bisa terjadi ?! Kemudian aku teringat kata Ibu, mungkinkah ? Karena tidur ?

No comments:

Post a Comment