badge

Tuesday, 30 December 2014


Maka berdoalah kita pada Sang Pencipta Waktu.
Agar Dia sudi memberikan padaku sedetik.
Sedetik yang terus berdetak.
Sedetik yang bisa menghadirkanmu disini.

Sedetik yang membawaku pada dia.
Dia yang mengiba untuk terus bersamaku saat kita tidak bersama.
Jangan paksa aku menghentikannya.
Biarkan udara yang melarutkannya didalam tubuhku.

Menyatu dengan darah yang membawanya ke jantung.
Memburunya hingga terus berdetak.
Menciptakan seraut wajahmu dalam angan.
Memaksaku untuk menghadirkannya lagi dan lagi.

Sudahlah aku tidak mau berbasa basi lagi.
Aku rindu kamu.

Sunday, 21 December 2014

PULANG


Tak ayal jika memang kau lah yang membuatku buntu sepanjang malam.
Kau senang ??
Sebaiknya begitu !
Bukan seharusnya.
Maka kau akan tau bagaimana rasanya.

Menunggu.
Hal yang paling ku inginkan untuk lenyap dari manapun didunia ini.
Tapi hal yang paling menyenangkan sekaligus.
Aku sedikit bersyukur.

Mengetahui bahwa berdebar-debar itu tidak sakit.
Menghitung waktu per detiknya, bahkan merapal bilangannya tidak selamanya membosankan.
Mengikuti gerakan jarum jam, hingga berputar-putar tidak melelahkan.
Sungguh, kepadanya aku tidak keberatan melakukannya.

Maka disinilah aku berada.
Menenggak kafein sebanyak-banyaknya.
Bahkan tanpa pemanis didalamnya.
Yang ku yakini setelah ini aku hanya bisa terlelap setelah fajar.

Disini pula perempuan ini berharap.
Dengan sederhana.
Bahwa kau akan pulang, dengan selamat.