Tak ayal jika memang
kau lah yang membuatku buntu sepanjang malam.
Kau senang ??
Sebaiknya begitu !
Bukan seharusnya.
Maka kau akan tau
bagaimana rasanya.
Menunggu.
Hal yang paling ku
inginkan untuk lenyap dari manapun didunia ini.
Tapi hal yang paling
menyenangkan sekaligus.
Aku sedikit
bersyukur.
Mengetahui bahwa
berdebar-debar itu tidak sakit.
Menghitung waktu per
detiknya, bahkan merapal bilangannya tidak selamanya membosankan.
Mengikuti gerakan
jarum jam, hingga berputar-putar tidak melelahkan.
Sungguh, kepadanya
aku tidak keberatan melakukannya.
Maka disinilah aku
berada.
Menenggak kafein
sebanyak-banyaknya.
Bahkan tanpa pemanis
didalamnya.
Yang ku yakini
setelah ini aku hanya bisa terlelap setelah fajar.
Disini pula
perempuan ini berharap.
Dengan sederhana.
Bahwa kau akan
pulang, dengan selamat.
No comments:
Post a Comment